MAKALAH BAHAYA BORAKS DAN FORMALIN
Puji syukur penulis
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga
makalah tentang Tepri Belajar Dan Penerapan
Pembelajaran ini dapat
terselesaikan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas akhirmata pelajaran kimia kami . Makalah ini disusun dengan sebaik-baiknya
dari berbagai sumber yang relevan. Oleh karena itu penulis mengucapkan
terimakasih kepada ibu Zubaidah selaku
guru pembimbing
yang telah membimbing penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis juga mengucapakan terimakasih
kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan hingga terselesaikannya
makalah ini.
Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi
pembaca tentang bahaya yang ditimbulkan
boraks dan formalin bagi kesehatan. Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini belum sempurna dan masih banyak
kekurangan, oleh karena itu kritik, saran, dan komentar yang bersifat membangun
sangat penulis harapkan untuk meningkatkan kualitas makalah ini.
Matang Gulumpang Dua, 16 Maret 2013
(Penulis)
Halaman
HALAMAN
JUDUL.............................................................................................. i
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR
ISI......................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan............................................................................................... 2
D. Manfaat............................................................................................................. 3
BAB
II PEMBAHASAN.................................................................................... 4
A. Pengertian boraks dan formalin........................................................................ 4
B. Makanan yang mengandung boraks dan
formalin............................................ 6
C. Dampak penggunaan boraks dan
formalin bagi kesehatan............................... 8
D. Cara mencegah dan menangani apabila
terkena boraks dan formalin............. 12
BAB
III PENUTUP........................................................................................... 16
A. Kesimpulan..................................................................................................... 16
B. Saran ......................................................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai campuran
lain yang digunakan oleh manusia untuk membuat makanan. Dengan campuran bahan
kimia makanan akan terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang lebih
enak. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membeli dan mengkonsumsinya.
Pada awalnya masyarakat belum menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh bahan
kimia tersebut, akan tetapi jika bahan tersebut dikonsumsi terus-menerus akan
mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat itu sendiri. Kerugian yang ditimbulkan
tidak hanya pada fisiknya tetapi juga pada psikisnya. Apalagi untuk anak yang
sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Contoh konkretnya yaitu terjadinya obesitas, kolesterol tinggi, darah
tinggi, dan sebagainya. Sedangkan dalam psikisnya menimbulkan keterlambatan
pola pikir karena terlalu banyak bahan kimia yang dikonsumsi.
Begitu banyak masyarakat yang tercemar oleh bahan
pengawet boraks dan formalin yang sangat membahayakan ini. Akibat ulah
manusia-manusia lain yang tidak berperikemanusiaan yang hanya mengejar
keuntungan semata, tanpa memperhitungkan orang yang mengkonsumsinya. Hal tersebut sangat memprihatinkan
karena masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang bahaya makanan yang
mengandung bahan kimia seperti formalin dan boraks. Kejadian seperti ini merupakan salah satu masalah dan kerusakan bangsa yang
harus diperbaiki. Apabila masalah ini terus berlarut dan tidak segera diatasi
akan berakibat di masa depan. Penanganan tersebut harus ada kerjasama antara
pihak pemerintah dan masyarakat. Dan sebagai generasi penerus sebaiknya kita
mulai dari sekarang memberikan pengertian kepada masyarakat akan bahaya
formalin dan boraks. Selain itu, mulai menciptakan makanan yang tidak
mengandung formalin dan boraks tetapi mempunyai bentuk yang menarik sehingga
masyarakat mau mengkonsumsinya.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang penulis bahas:
1. Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk
menggunakan boraks dan formalin pada makanan?
2. Jenis makanan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan
boraks dan formalin pada makanan?
3. Bagaimana cara
untuk mangetahui makanan yang mengandung boraks dan formalin?
4. Apa akibat dari
penggunaan boraks dan formalin pada kesehatan?
5. Bagaimana cara
menangani apabila terkena boraks dan formalin?
C. Tujuan
Penulisan
Dilihat dari
latar belakang dan rumusan masalah yang dibahas, tujuan penulisan yang
diperoleh adalah:
1. Menjelaskan
tantang bahaya boraks dan formalin bagi kesehatan.
2. Mengetahui
ciri-ciri makanan yang mengandung boraks dan formalin.
3. Mengetahui
sasaran penggunaan boraks dan formalin.
4. Mengetahui
dampak penggunaan boraks dan formalin.
5. Mengetahui cara
penanganan apabila terkena boraks dan formalin.
D. Manfaat
Adapun manfaat
penyusunan makalah ini adalah :
1.
Manfaat bagi
penulis
1. Memenuhi tugas
bahasa indonesia 1.
2. Melatih
keterampilan penulis dalam penyusunan makalah.
3. Menambah
wawasan tentang bahaya boraks dan formalin bagi kesehatan.
4.
Dapat
menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan.
2.
Manfaat bagi
pembaca
1. Memberi
informasi tentang bahaya dari boraks dan formalin bagi kesehatan.
2. Dapat membantu
pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai
solusi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
boraks dan formalin
Formalin dan boraks adalah zat
yang sering digunakan sebagai pengawet makanan. Padahal apabila digunakan
sebagai pengawet makanan sangat berbahaya bagi kesehatan.
1. Formalin
Formalin adalah bahan kimia yang berupa cairan dalam suhu ruang, tidak
berwarna,bau sangat menyengat, mudah larut dalam air dan alkohol. Formalin
digunakan sebagai desinfektan, cairan pembalsem, pengawet jaringan, dan
digunakan di industri tekstil dan kayu lapis. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen
formaldehid dalam air, sebagai bahan pengawet biasanya ditambahkan methanol
hingga 15 persen. Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan
pengawet makanan karena jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia
bisa menyebabkan tenggorokan terasa panas dan menyebabkan kangker yang pada
akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya.
Cara penyimpanan formalin:
a. Jangan
disimpan di lingkungan temperatur di bawah 15 oc.
b. Tempat penyimpanan harus
terbuat dari baja tahan karat, alumunium murni, polietilen atau poliester yang
dilapisi fiberglass.
c. Tempat
penyimpanan tidak boleh terbuat dari baja biasa, tembaga, nikel atau campuran
seng dengan permukaan yang tidak dilindungi/dilapisi.
d. Jangan menggunakan bahan
alumunium bila temperatur lingkungan berada di atas 60 derajat celcius.
Senyawa
kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin), merupakan aldehida
dengan rumus kimia H2CO, yang berbentuknya gas, atau cair yang dikenal sebagai
formalin, atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane.
Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun
1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.
Pada
umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol.
Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang
mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot
mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari
aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada
di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai
metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.
Formalin
merupakan salah satu pengawet yang akhir-akhir ini banyak digunakan dalam
makanan, padahal jenis pengawet tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.
Formalin merupakan larutan tidak berwarna, berbau tajam, mengandung formaldehid
sekitar 37% dalam air, biasanya ditambahkan metanol 10-15%.
Formalin
mempunyai banyak nama atau sinonim, seperti formol, morbicid, methanal, formic
aldehyde, methyl oxide, oxymethylene, methyl aldehyde, oxomethane, formoform,
formalith, oxomethane, karsan, methylene glycol, paraforin, poly-oxymethylene
glycols, superlysoform, tetraoxymethylene dan trioxane.
a.
SIFAT FORMALIN
Pengawet
ini memiliki unsur aldehida yang bersifat mudah bereaksi dengan protein,
karenanya ketika disiramkan ke makanan seperti tahu, formalin akan mengikat
unsur protein mulai dari bagian permukaan tahu hingga terus meresap kebagian
dalamnya. Dengan matinya protein setelah terikat unsur kimia dari formalin maka
bila ditekan tahu terasa lebih kenyal . Selain itu protein yang telah mati
tidak akan diserang bakteri pembusuk yang menghasilkan senyawa asam, Itulah
sebabnya tahu atau makanan berformalin lainnya menjadi lebih awet.
Formaldehida
membunuh bakteri dengan membuat jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan
air), sehingga sel bakteri akan kering dan membentuk lapisan baru di permukaan.
Artinya, formalin tidak saja membunuh bakteri, tetapi juga membentuk lapisan
baru yang melindungi lapisan di bawahnya, supaya tahan terhadap serangan
bakteri lain. Bila desinfektan lainnya mendeaktifasikan serangan bakteri dengan
cara membunuh dan tidak bereaksi dengan bahan yang dilindungi, maka
formaldehida akan bereaksi secara kimiawi dan tetap ada di dalam materi
tersebut untuk melindungi dari serangan berikutnya.
Melihat
sifatnya, formalin juga sudah tentu akan menyerang protein yang banyak terdapat
di dalam tubuh manusia seperti pada
lambung. Terlebih, bila formalin yang masuk ke tubuh itu memiliki dosis tinggi.
Masalahnya,
sebagai bahan yang digunakan hanya untuk mengawetkan makanan, dosis formalin
yang digunakan pun akan rendah. Sehingga efek samping dari mengkonsumsi makanan
berformalin tidak akan dirasakan langsung oleh konsumen.
Banyak
pihak mengingatkan formalin juga memiliki sifat karsinogen atau dapat
menyebabkan kanker.Tetapi kemunculan kanker akibat bahan berbahaya ini dengan
kanker dari penyebab yang lain hampir sulit dibedakan, keduanya membutuhkan
waktu panjang untuk menyerang tubuh manusia.
Isu
kandungan formalin dalam berbagai produk makanan mendapat tanggapan serius dari
pemerintah, karena dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya kanker. Menurut
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sampai kadar tertentu,
formalin diizinkan untuk pengawet kosmetik, yaitu untuk pasta gigi maksimum
0,1% dan untuk produk kosmetik lainnya 0,2%. Ketentuan ini sesuai dengan aturan
yang berlaku secara internasional seperti ASEAN Cosmetic Directive, European
Union Directive, dan SK BPOM untuk kosmetik.
b.
PEMBUATAN FORMALIN
a. Persiapan bahan baku pembuatan formalin
Metanol
cair dengan temperatur ± 30°C dipompa dari metanol tank dan dipanaskan di
preheater (MP) sampai temperatur 65°C lalu dimasukkan dalam vaporizer (VP). Di
dalam vaporizer terjadi perubahan fase dari cair menjadi gas dengan suhu dalam
vaporizer 65–75°C. Metanol gas dari vaporizer dipanaskan lagi dengan super
heater (SH) di bagian atas vaporizer sampai suhu 95°C dan langsung dimasukkan
ke mix gas (MG).
Udara
dihisap melalui air filter (penyaring udara) dengan blower. Setelah dipanaskan
dengan pemanas udara sampai suhu ±110°C lalu dimasukkan ke dalam mix gas (MG).
Steam masuk melalui steam filter pada suhu 140 oC ke mix gas (MG).
b. Proses Reaksi
Udara,
steam dan metanol gas bercampur rata di mix gas pada suhu 140 oC lalu masuk ke
reaktor (RE) dengan melewati mix gas filter (MGF) untuk menjaga agar tidak ada
tetes-tetes cairan (kondensat) masuk ke reaktor.
Pada
saat start operation, temperatur katalis dinaikkan oleh heater sebagai pemanas
awal sampai suhu 400–450°C, setelah itu heater dimatikan sehingga suhu katalis
naik dengan sendirinya sampai suhu operasi yang diinginkan karena adanya reaksi
eksoterm. Di dalam reaktor terjadi reaksi pembuatan gas formaldehid dengan
bantuan katalis perak pada suhu operasi 650–700°C. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut:
1. Reaksi oksidasi metanol
CH3OH
+ ½ O2 ——–> CH2O + H2O -37 kcal/mol
2. Dehidrogenasi metanol
CH3OH ———>
CH2O + H2
+21 kcal/mol
Gas
formaldehide yang terbentuk kemudian di-spray dengan larutan crude formalin 44%
dengan temperature 80 oC untuk menurunkan suhu gas formaldehid sampai dibawah 250 oC. Spray crude formalin
ini juga dapat menyebabkan terjadinya reaksi samping yaitu terbentuknya
paraform dan asam format (formic acid). Reaksi samping yang terjadi di dalam
reaktor yaitu:
1. Reaksi pembentukan paraform (methylen glycol)
CH2O
+ H2O ———> HOCH2OH (methylen glycol)
atau
polymer dapat ditulis :
n
CH2O + H2O ———> HO(CH2O)n H
2. Reaksi pembentukan asam format (formic
acid)
2
CH2O + H2O ———> HCOOH
+ CH3OH
(asam
format) (methanol)
c.
MANFAAT DAN KEGUNAAN FORMALIN
Formalin selain harganya murah, mudah didapat dan
pemakaiannya pun tidak sulit sehingga sangat diminati sebagai pengawet oleh
produsen pangan yang tidak bertanggung jawab.
Hasil survei dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan,
sejumlah produk pangan menggunakan formalin sebagai pengawet.
Anjuran penggunaan formalin yang benar adalah:
Ø sebagai
pembunuh kuman, sehingga banyak dipakai dalam pembersih lantai, pakaian, kapal
dan gudang,
Ø pembasmi
lalat dan serangga lainnya,
Ø salah
satu bahan dalam pembuatan sutera buatan, zat pewarna cermin kaca dan bahan
peledak
Ø pengeras lapisan gelatin dan kertas foto
Ø bahan pembuatan pupuk urea, parfum, pengeras
kuku dan pengawet produk kosmetik
Ø pencegah
korosi pada sumur minyak,
Ø bahan
untuk insulasi busa, dan,
Ø bahan
perekat kayu lapis.
Dalam konsentrasi kurang dari 1%, formalin digunakan sebagai pengawet dalam pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, sampo mobil, lilin, dan karpet.
Dalam konsentrasi kurang dari 1%, formalin digunakan sebagai pengawet dalam pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, sampo mobil, lilin, dan karpet.
2.
Boraks
Boraks berasal dari bahasa Arab
yaitu Bouraq. Boraks merupakan srebuk kristal lunak yang mengandung unsur
boron, berwarna putih, tidak berbau,
mudah larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, PH: 9, 5. Boraks banyak
digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri keras, gelas,
pengawet kayu, anti septik kayu, keramik dan pengontrol kecoa. Boraks sejak
lama telah digunakan masyarakat untuk pembuatan gendar nasi, krupuk gendar,
atau krupuk puli yang secara tradisional di jawa disebut “Karak” atau
“Lempeng”. Disamping itu boraks digunakan untuk industri makanan seperti dalam
pembuatan mie basah, lontong, ketupat, bakso bahkan dalam pembuatan kecap. Mengkonsumsi
boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya
terakumulasi sedikit-sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak
hanya diserap melalui pencernaan namun juga diserap melalui kulit. Boraks yang
terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikeluarkan melalui air kemih dan
tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks tidak hanya mengganggu
enzim-enzim metabolisme tetapi juga mengganggu alat reproduksi pria. Boraks
yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret,
kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.
B . Makanan yang mengandung boraks dan formalin
1.
Ciri-ciri makanan yang mengandung formalin:
A.
Tahu
1) Bentuknya sangat bagus.
2) Kenyal tapi tidak padat.
3) Tidak mudah hancur dan awet sampai 3 hari pada suhu
kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.
4) Bau agak menyengat.
5) Aroma kedelai sudah tak nyala lagi.
B. Bakso
1) Teksturnya sangat kenyal.
2) Awet, setidaknya pada suhu kamar
bisa tahan sampai 5 hari.
C. Ikan
1) Warna putih bersih.
2) Kenyal.
3) Insangnya berwarna merah tua dan
bukan merah segar.
4) Awet pada suhu kamar sampai beberapa
hari dan tidak mudah busuk.
5) Tidak terasa bau amis ikan.
D. Ikan Asin
1) Ikan berwarna bersih cerah.
2) Tidak berbau khas ikan.
3) Awet sampai lebih dari 1 bulan pada
suhu kamar (25ºC).
4) Tidak mudah hancur.
5) Tidak dihinggapi lalat.
E. Ayam potong
1) Berwarna putih bersih..
2) Teksturnya kencang.
3) Tidak disukai lalat.
4) Tidak mudah busuk atau awet dalam
beberapa hari.
F. Mi basah
1) Bau sedikit menyengat
2) Mi tampak mengkilat (seperti
berminyak), tidak mudah putus, dan tidak lengket.
3) Awet sampai dua hari dalam suhu
kamar (25º Celsius), dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat
celsius).
2. Ciri-ciri makanan yang mengandung boraks:
Cukup sulit
menentukan apakah suatu makanan mengandung boraks. Hanya lewat uji coba
laboratorium, semua bisa jelas. Namun dilihat dari luar tetap bisa dicermati
karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan suatu makanan
aman dari boraks atau tidak.
A. Mi basah
1) Teksturnya kental.
2) Terlihat lebih mengkilat.
3) Tidak lengket.
4) Dan tidak mudah putus.
B. Bakso
1) Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.
2) Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
3) Tahan lama atau awet beberapa hari.
4) Bila dilempar ke lantai akan memantul seperti bola
bekel.
5) Warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging,
tetapi cenderung keputihan.
6) Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata disemua
bagian, baik di pinggir maupun tengah.
C. Gula merah
1) Sangat keras dan susah dibelah.
2) Terlihat butiran-butiran mengkilap
di bagian dalam.
C. Dampak Penggunaan Boraks Dan Formalin Bagi
Kesehatan
Boraks dan formalin berdampak buruk
bagi kesehatan apabila dikonsumsi oleh manusia, karena mengandung bahan-bahan
kimia yang sangat berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi. Disini akan
dijelaskan tentang pengaruh-pengaruh boraks dan formalin bagi kesehatan.
1. Efek toksinnya akan terasa bila
boraks dikonsumsi secara komulatif dan penggunaannya berulang-ulang.
Beberapa
pengaruh boraks terhadap kesehatan:
a. Tanda dan gejala akut:
1) Muntah-muntah
2) Perut terasa sakit atau diare
3) Konvulsi dan
4) Depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis:
1) Nafsu makan
menurun
2) Gangguan
pencernaan gangguan SSP: bingung dan bodoh
3)
Anemia, rambut rontok dan kanker.
2. Beberapa pengaruh formalin terhadap
kesehatan:
a.
Pengaruh
jangka pendek (akut)
1) Bila
terhirup
a) Iritasi
pada hidung dan tenggorokan.
b) Gangguan pernafasan.
c) Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, serta batuk- batuk.
d) Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti
radang paru, pembengkakan paru.
e) Tanda-tanda lainnya meliputi bersin, radang tekak, radang
tenggorokan, sakit dada yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala
mual dan muntah.
f) Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan
kematian.
2) Bila
terkena kulit
a) Apabila terkena kulit akan menimbulkan perubahan warna.
b) kulit akan menjadi merah, mengeras, mati rasa dan ada rasa
terbakar.
3) Bila
terkena mata
a) Apabila terkena mta dapat menimbulkan iritasi mata sehingga
mata merah, rasanya sakit, gatal-gatal, penglihatan kabur dan mengeluarkan air
mata.
b) Bila merupakan bahan berkonsentrasi tinggi maka formalin
dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada
lensa mata.
4) Bila
tertelan
a) Apabila tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa
terbakar, mual, muntah dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut
yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma.
b)
Selain itu juga dapat terjadi
kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, system susunan saraf pusat dan
ginjal.
B. Pangaruh
jangka panjang
1) Bila
terhirup
a)
Apabila terhirup dalam jangka lama
maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang
selaput lender hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru.
b)
Efek neuropsikologis meliputi
gangguan tidur, cepat marah,
keseimbangan targanggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang.
c) Gangguan haid dan kemandulan pada perempuan
d) Kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru
dan otak.
2) Bila
terkena kulit
a)
Apabila terkena kulit, kulit terasa
panas, mati rasa, gatal-gatal dan memerah,
b)
Kerusakan pada jaringan tangan,
c)
Pengerasan kulit dan kepekaan pada
kulit,
d)
Terjadi radang kulit yang
menimbulkan gelembung.
3) Bila
terkena mata
a) Bahaya
yang paling menonjol adalah terjadinya radang selaput mata.
b) Menimbulkan
iritasi pada mata.
c) Mata akan menyebabkan mata merah, gatal, berair,
kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan.
4) Bila
tertelan
a) Jika
tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan
kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan.
b) Penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.
Boraks dan formalin akan berguna
dengan positif apabila digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan
itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut
sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap
kesehatan. Walaupun berbahaya, karena ingin mencari keuntungan masih banyak
produsen makanan yang tetap menggunakan boraks dan formalin tanpa
memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan produsen menggunakan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet
makanan karena kedua bahan kimia tersebut mudah digunakan dan mudah didapat, serta harganya
relative murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada
kesehatan. Boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur
makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus sehingga banyak anak-anak yang
tertarik untuk membelinya. Contohnya bakso dan kerupuk, bakso yang menggunakan
boraks dan formalin memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari bakso yang
menggunakan banyak daging. Sedangkan kerupuk yang mengandung boraks apabila
digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
D. Cara
mencegah dan menangani apabila terkena boraks dan formalin
Bahan tambahan makanan sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan
racun. Bila dikonsumsi dalam konsentrasi yang tinggi, racunnya dapat
mempengaruhi kerja saraf. Orang yang terkena formalin dan boraks tersebut akan
merasa malayang kemudian pingsan atau bahkan nyawanya bisa tidak tertolong. Tidak harus menunggu bahan tersebut terakumulasi dalam tubuh, karena
kejadiannya bisa dalam waktu sesaat. Kita secara awam tidak tahu seberapa besar
kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Lebih baik
kita berhati-hati dan menghindari bahan kimia tersebut karena pada konsentrasi
rendah formalin dan boraks bisa mematikan mikkroflora baik maupun jahat dalam
usus sehingga mengganggu pencernaan. Jika jumlah bakteri dalam usus sangat
sedikit, proses pembusukan sisa makanan jadi lambat. Kemungkinan yang terjadi
adalah anak yang mengkonsumsi boraks dan formalin akan mengalami kesulitan
buang air besar. Gangguan di pencernaan ini juga bisa berkembang ,enjadi kanker
usus besar atau kanker kolon dan daya tahan tubuh jadi menurun sehingga anak
jadi mudah sakit. Dalam sistem pencernaan manusia terdapat enzim yang membantu
proses penyerapan sari makanan, bila enzim ini bersentuhan dengan formalin maka
fungsinya tidak berjalan lagi. Akibatnya, anak akan kekurangan gizi karena
zat-zat dari makanannya tidak dapat diserap dengan baik. Berikut ini cara
mencegah dan menanganinya apabila terkena boraks dan formalin tersebut.
Cara
mencegah apabila terkena boraks dan formalin:
1.
Terhirup
a. Untuk mencegah agar tidak
terhirup ganakan alat pelindung pernafasan, seperti masker, kain atau alat
lainnya yang dapat mencegah kemungkinan masuknya formalin ke dalam hidung atau
mulut.
b. Lengkapi sistem ventilasi dengan
penghisap udara yang tahan ledakan.
2.
Terkana mata
a. Gunakan pelindung mata atau
kacamata pengaman yang tahan terhadap percikan.
b. Sediakan kran air untuk mencuci
mata di tempat kerja yang berguna apabila terjadi keadaan darurat.
3. Terkena kulit
a. Gunakan pakaian pelindung bahan
kimia yang cocok.
b. Gunakan sarung tangab yang tahan
bahan kimia.
4. Bila tertelan
a. Hindari makan, minum dan merokok
selama bekerja.
b. Cuci tangan sebelum makan.
Cara untuk menangani apabila terkena boraks dan formalin:
1. Bila terhirup
a. Jika aman memasuki daerah papara,
pindahkan penderita ke tempat yang aman.
b. Bila perlu, gunakan masker
berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan.
c. Segera hubungi dokter.
2. Bila terkena
kulit
a. Lepaskan pakaian, perhiasan dan
sepatu yang terkena formalin.
b. Cuci kulit selama 15-20 menit
dengan sabun atau deterjen lunak dan air yang banyak da dipastikan tidak ada
lagi bahan yang tersisa di kulit.
c. Pada bagian yang terbakar, lindungi
luka dengan pakaian yang kering, steril dan longgar.
d. Bila perlu,segera hubungi dokter.
3. Bila terkena
mata
a. Bilas mata dengan air mengalir
yang cukup banyak sambil mata dikedip-kedipkan.
b. Pastikan tidak ada lagi sisa formalin
di mata.aliri mata dengan larutan garam dapur 0,9 persen (seujung sendok teh
garam dapur dilarutkan dalam segeas air) secara terus-menerus sampai penderita
siap dibawa ke rumah sakit.
c. Segara bawa ke dokter.
4. Bila tertelan
a. Bila diperlukan segera hubungi
dokter atau dibawa ke rumah sakit terdekat, karena apabila dibiarkan dan tidak langsung
ditangani bisa berakibat fatal bahkan
menimbulkan kematian.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pencarian dan pemikiran bahaya boraks dan formalin,
maka penulis
mendapat simpulan sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian boraks dan
formalin.
2. Mengetahui bahaya yang di akibatkan
oleh boraks dan formalin terhadap kesehatan seseorang yang mengkonsumsinya.
3. Tahu dan bakso adalah makanan yang
palimg sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin.
B. Saran
1. Masyarakat harus lebih teliti dalam
memilih makanan yang mengandung bahan boraks maupun formalin.
2. Berikan penyuluhan kepada masyarakat
mengenai boraks dan formalin tentang bahaya-bahayanya apabila digunakan pada
makanan dan tidak digunakan sesuai dengan fungsinya.
3. Kesadaran
masyarakat untuk membantu dalam mencegah boraks dan formalin agar tidak
digunakan dalam produk makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Meitasi,
Anggun. 2010. Karya Tulis Mengenal
Politektik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Cibitung-Bekasi. Purbalingga:
SMA N 1 Purbalingga.
Nuryadi,
Ambyah. 2008. Skripsi Aplikasi Game
Virtual Orkestra Saron Menggunakan Makromedia Flash 8. Universitas PGRI
Yogyakarta.
Sunarti, dkk.
2009. Bahasa Indonesia Ilmiah.
Yogyakarta. Universitas PGRI Yogyakarta.
www.beritaindonesia.co.id
www.depkes.go.id
www.gizi.net
www.depkes.go.id
www.gizi.net
www.sdmuhcc.net
